Novelss’s Blog

Human Papillomavirus

Posted on: Maret 27, 2009

HUMAN PAPILLOMAVIRUS

SINTA SASIKA NOVEL

Biologi, Universitas Padjadjaran

2009

Human Papilloma Virus atau yang lebih kita kenal dengan istilah HPV adalah virus termasuk ke dalam dalam familia Papillomaviridae (Bernard, 2004), kelompok virus DNA, memiliki diameter 45-55 nm (Zheng dan Baker, 2006). Virus ini memiliki bentuk bulat dikenal dengan istilah kapsid ikosahedral tak beramplop terdiri atas 72 kapsomer (Rasjidi dan Sulistiyanto, 2007), genom sirkuler dari DNA rantai ganda berukuran 8 kb (Brooks et al., 2005)

Berdasarkan infeksi yang diakibatkan oleh HPV, maka HPV dibedakan menjadi hr-HPV (high risk/beresiko tinggi) dan lr-HPV (low risk/beresiko rendah) (Suwiyoga, 2006). Infeksi HPV menyebabkan beberapa jenis kutil yang berbeda pada manusia, misalnya kutil kulit, kutil telapak kaki, kondiloma genital, dan faring (Herrero et al., 2003; Syrjanen, 2002). Beberapa tipe HPV juga banyak dikatakan sebagai penyebab kanker (Adami et al., 2003; Rosenblatt et al., 2003).

HPV-6 dan HPV-11 digolongkan sebagai low risk (Ho et al., 1998; Giuliano et al., 2002; Muñoz et al., 2003). Banyak tipe HPV yang dinyatakan jinak (Moscicki et al., 2001). Papilloma laring pada anak-anak disebabkan oleh HPV-6 dan HPV-11 (Winer et al., 2005). Papilloma laring jarang ditemukan tetapi pertumbuhannya bisa menyumbat laring dan harus dibuang berulang-ulang dengan operasi. Papilloma laring pertama kali dikenal dengan nama kutil di tenggorokan pada sekitar abad 17 oleh Donalus kemudian pada abad 19 Mc Kenzie memperkenalkan nama papiloma laring (Supriyatno dan Amalia, 2004).

Plantar warts (plantar kutil) ditemukan di telapak kaki dan biasanya menyebabkan sakit ketika berjalan. Common warts (kutil umum) berhubungan dengan HPV kulit (Sun et al., 2002), HPV-1 dan HPV-2 adalah penyebab kutil kulit yang umum terjadi. Kutil sering ditemukan pada tangan tetapi dapat juga terjadi di daerah lain seperti siku lutut dan tangan. Jenis kutil terakhir adalah Flat warts (kutil flat) paling umum ditemukan pada pipi dan dahi (Brooks et al., 2)

Genital warts atau kutil pada alat reproduksi dapat terjadi pada pria dan wanita. Kutil kelamin dapat muncul antara beberapa minggu sampai beberapa bulan setelah terinfeksi HPV (Ramos-e-Silva et al., 2008). Sedangkan HPV-16 dan HPV-18 dianggap sebagai penyebab kanker serviks. Tipe hr-HPV diantaranya HPV-16, HPV-18, HPV-31, HPV-33, HPV-35, HPV-39, HPV-45, HPV-50, HPV-51, HPV-53, HPV-55, HPV-56, HPV-58, HPV-59, HPV-64, dan HPV-68 (Munoz et al., 2003; Motoyama, 2004).

Saat seseorang terpapar HPV maka akan HPV menempel pada reseptor permukaan sel dan melalukan penetrasi HPV melalui membran sel. Uncoating HPV, proses ini meliputi pelepasan kapsid virus sebagian atau seluruhnya setelah terjadi penetrasi sehingga genom virus (DNA atau protein) masuk dan selanjutnya kapsid dihancurkan di dalam inti sel (Doorbar, 2004).

Setelah virus masuk ke dalam inti sel, virus melakukan transkripsi dengan DNA-nya menjadi mRNA (Zheng dan Baker, 2006). Proses transkripsi selesai virus melanjutkan dengan proses translasi untuk membentuk protein E dan L (Doorbar, 2004). Tahap selanjutnya adalah menyusun partikel virus, struktur dasar dilengkapi kembali untuk membentuk virus-virus baru yang akan menginfeksi sel-sel lain.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

kalender

Maret 2009
S S R K J S M
    Mei »
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  
%d blogger menyukai ini: